Persiapan Pagi Hari ke Sekolah

Otosaka yang telah tertidur lelap dan terbangun karena mimpinya itu. Dengan daya ingat yang ia miliki, Otosaka dapat mengingat sedikit cerita dari mimpi yang terus membayanginya. Ia melamunkan dengan posisi tidur, siapakah dia yang ku kejar hingga terbangunkan dari tidur. Ia tetap melamunkan dan membayangkan dengan menatap atap rumahnya.

Waktu Mandi

Tibalah seorang ibu yang masuk ke dalam rumah. Rumah Otosaka yang mungil, sempit, dan tidak ada ruang yang terpisah dari kamar. Kamar mandi juga tidak berada dalam satu rumahnya melainkan berada 50 meter jaraknya dari rumah. Ibu Otosaka yang masuk ke dalam rumah dan melihat anaknya yang berbaring tidur.

Lalu ibunya berkata, “Bangun sudah sore, mandi dulu.”
“Ya bu.” jawab Otosaka.

Otosaka segera bergegas bangun karena ibunya bilang sudah menjelang sore. Ia meninggalkan kasur dan selimutnya tanpa menata kamar tidurnya. Otosaka lari ke kamar mandi tanpa sadar ia tidak membawa apapun dan tidak membawa peralatan mandi. Ia baru sadar sesampainya di kamar mandi. Lalu ia berbalik dan lari kembali ke rumah.

Sesudah mandi, ia kembali ke rumah. Tempat tidurnya sudah tertata rapi. Otosaka yang tidak menanyakan kepada ibunya dan hanya merenung, berkata dalam batin, “syukurlah sudah dibersihkan. Selamat deh dari bersih bersih. shishishi.”

Ranjang Tidur

Sore berlalu dan malampun tiba. Pekerjaan Otosaka di rumah usai sudah di kerjakannya. Otosaka tinggal beristirahat kembali ke ranjang tidurnya. Lalu ia menata tempat tidurnya kemudian menggelar karpet dan menimpalnya dengan kasur kecilnya yang terdiri dari lingkaran – lingkaran spon kecil berwarna merah sembari. Ia membayangkan dan ingin mencoba memikirkan yang ia mimpikan siang hari tadi agar dapat dilanjutkan apa yang terjadi setelah ia terbangunkan. Selesainya persiapan tidur Otosaka tetap membayangkannya.

Pagi Hari

Terlalu gelap di malam hari, Otosaka sangat cepat tidur pulasnya hingga bayangan yang ia pikirkan telah hilang. Malam hari sudah berlalu, pagi hari menggantikan perannya. Otosaka kemudian di bangunkan oleh ibunya untuk bangun dan segera mandi. Otosaka yang masih ingin tidur lebih lama. Tapi tidak lama kemudian, Otosaka bangun dengan rasa malasnya untuk pindah dan beranjak pergi dari tempat tidurnya.

Selesainya mandi, ia harus bersiap-siap untuk berangkat sekolah K2. Dengan bangganya ia masih menggunakan seragam SD nya. Baju warna putih dengan logo SD ia kenakan. Celana pendek warna merah juga ia kenakan. Lalu ia memasukan baju putihnya ke dalam celana dan mengencangkan ikat pinggang. Persiapan pagi hari dengan seragam SD yang ia banggakan.

Selesainya bersiap-siap di pagi hari ini. Otosaka dengan kegembiraannya untuk bergegas berangkat ke sekolah. Ia mengeluarkan sepedanya dari pintu rumah ke halaman. Otosaka menaiki sepedanya. Baru sampai satu kaki di pedal sepedanya dan akan mengayuh pedal ke sekolah, Otosaka merasakan ada sesuatu yang kurang. Ia berhenti sejenak dan memikirkan hal yang kurang itu. Otosaka kemudian ingat dan melupakan isi tasnya yang seharusnya membawa peralatan sekolah karena merasa tas miliknya tidak ada beban berat. Ia sadar dan membuka tasnya dan cek isi dalam tasnya. Otosaka melihat isi tas tersebut hanya ada satu buku yang ia bawa dan peralatan tulis. Kemudian ia turun dari sepedanya dan menyandarkan sepeda di pagar halaman depan rumah. Ia meninggalkan sepedanya dan kembali ke dalam rumah.

Buku

Karena Otosaka tidak merasa terlambat dan ia menengok jam, ia merasa waktu masuk sekolah masih lama sembari melepas sepatunya. Karena persiapan di pagi hari, Otosaka menjadi sedikit gelisah. Ia berusaha tetap santai lalu mencari peralatan alat tulis dan buku-buku yang diperlukan di rak buku. Tapi buku kosong untuk di bawa tidak ada di tempat yang ia simpan. Ia pun bertanya kepada ibunya

“buku kosong saya dimana ya?”
“katamu pakai yang sisa SD.” Sambil mengaduk teh hangat.
“apa iya?” sembari memikirkan apakah ia pernah berbicara seperti itu.
“iya, pakai aja seadanya dulu. Nanti beli kalau perlu.””baiklah, bu.” jawab Otosaka dengan muka muram.

Pagi hari ini, Otosaka yang tidak menyempatkan persiapan di malam hari kemarin. Awal yang bersemangat, Otosaka menjadi tidak seperti biasanya. Alhasil di pagi hari ia menjadi muram dan lesu. Tidak lama Otosaka mengambil buku lamanya, lalu ia bergegas keluar rumah. Belum sampainya ke luar rumah dan baru satu langkah melewati pintu. Otosaka kembali masuk rumah dan berpamitan dengan ibunya. Lalu ia kenakan sepatu lagi di luar rumah dan pergi berangkat sekolah dengan sepedanya.

logo bayoe.id
logo bayoe.id, Hiburan dan Cerita ( Entertainment and Story )

Kunjungi Website Kami: bayoe.id
Outbound Link = Follow Instagram @petrusbayu