Pelajaran Hari Kedua di SMP K2

Parkir Sepeda

Sesampainya di sekolah K2. Otosaka lalu meletakan sepedanya di parkiran halaman belakang. Otosaka ketika memarkirkan sepeda, ia baru sadar dan ingat kalau ada rencana untuk menghampiri dwi teman lamanya. Ia berjalan ke ruang kelas sebelah yaitu kelas VIIb. Otosaka yang hanya melihat dari luar apakah dwi sudah berada di kelasnya atau tidak. Ketika otosaka menengok, melihat kiri kanan, bagian belakang hingga depan, dan kembali lagi dari depan hingga belakang. Otosaka tidak melihat dwi berada di kelasnya.

Firasat otosaka ketika itu, ia merasakan dwi belum sampai sekolah. Otosaka berbalik dan masuk ke kelasnya dengan menundukan mukanya. Ketika otosaka membalikan badan, dan berjalan baru beberapa langkah, ia menatap ke depan dan terlihat dwi bersama febri temannya berboncengan dan melewati kelasnya. Karena di tempat parkir sepeda berada di halaman belakang sekolah dengan melewati ruang kelas antara kelas VIIa dan kelas VIIIb. Ketika masuk di parkiran sepeda harus melawati ruang kelas itu, karena hanya satu jalur itu sebagai akses masuk dan keluar sepeda untuk semua siswa sekolah K2.

Otosaka Masuk Kelas

Ketika otosaka melihat mereka melintasi dan memasukan sepeda febri yang berboncengan dengan dwi ke halaman parkir. Otosaka berjalan cepat dan otosaka berfikir kalau mereka tidak melihat otosaka. Lalu otosaka duduk di bangku sekolahnya. Beberapa menit kemudian jam pertama akan di mulai. Dengan menyesuaikan jadwal, jadwal di jam pertama adalah pelajaran matematika. Pelajaran di hari kedua, otosaka yang sedikit gugup karena lupa mengampiri temannya. Tidak lama kemudian guru baru memasuki kelas.

Guru Matematika

Perkenalan guru di mulai dengan singkat. Guru yang memperkenalkan diri dan mengajar pelajaran ini bernama bapak Bambang yang mengajar mata pelajaran matematika. Kelas jam pertama dimulai. Otosaka yang mempersiapkan buku lamanya yang masih terlihat kusam dan sebagian halaman depan yang sobek. Otosaka dengan rendahnya melihat teman bangkunya yang mempersiapkan bukunya dengan rapi dan halaman bukunya di berikan sampul warna coklat. Buku itu diberi label nama di sudut tengah bagian bawah. Otosaka sedikit iri melihat teman sebangkunya.

Pengulangan Pelajaran SD

Pelajaran matematika langsung diberikan oleh bapak bambang dengan sedikit mengulang pelajaran waktu SD. Otosaka yang masih belum jeli dengan angka-angka dan kondisinya sedang iri dengan buku temannya. Otosaka kemudian melantunkan dalam batin untuk menenangkan diri supaya tetap tenang.

Tak lama kemudian, otosaka bisa menenangkan diri untuk tidak terlalu iri pada temannya untuk dapat memulai pelajaran di hari ini. Ketika soal matematika di berikan dengan jumlah soal sebanyak 10 pertanyaan. Otosaka dapat mengerjakan dengan cepat ketika perasaannya sudah mulai tenang. Kemudian waktu berlalu dan waktu mengerjakan soal matematika sudah selesai. Pekerjaan itu langsung di cocokkan dengan menukar jawaban dari buku ditukarkan ke teman sebelahnya perintah dari pak bambang.

Ketika soal pertama di jawab oleh pak guru, lalu otosaka melihat jawaban temannya. Jawaban tersebut benar. Otosaka melirik sedikit jawabannya pada buku yang dibawa teman sebangkunya. Dengan jantung berdetak sedikit kencang, alhasil jawabannya benar juga. Ketika soal-soal di cocokkan pak bambang memberikan perintah jika terdapat kesalahan berikan pembenaran agar dapat di pelajari kembali.

Mencocokkan Jawaban

Soal-soal sudah selesai di cocokkan dan pak guru meminta murid-murid untuk membacakan jumlah nilai benar dari 10 pertanyaan. Karena buku belum di tukar, maka di bacakan oleh korektor yang mencocokkan. Pak bambang kemudian membacakan satu per satu nama siswa. Kemudian otosaka melirik pandangan bukunya yang di bawa teman sebangkunya. Setelah otosaka mendapatkan hasilnya di pelajaran matematika di hari pertama ini, ia mendapatkan nilai yang cukup baginya. Kemudian ia mengalihkan perhatian dengan memperhatikan panggilan guru.

Setiap siswa pun di panggil terus sesuai abjad dan memanggil siswa. Tidak lama kemudian ada nama teman otosaka, teman sebangkunya disebutkan yaitu anton. Otosakapun langsung mengucapkan tujuh. Lanjut siswa lain di bacakan guru. Otosakapun lega dan memperhatikan pandangan lain, berapa nilai teman-temannya. Banyak yang mendapatkan nilai lebih dari 7 dan ada sedikit yang mendapatkan nilai 6. Otosaka yang sabar dan tenang dengan nilainya. Ia tetap memperhatikan suara suara yang di bacakan teman kelasnya. Ketika sampai di salah satu nama siswa. Pak guru memanggil namanya yaitu putri. Teman sebangku putri mengucapkan nilainya. Otosaka yang mendengarkan dengan jelas nilai itu, dan melihat pandangan ke arahnya.

logo bayoe.id. Memberikan cerita yang tidak kalah seru. BAYOE.ID memberikan informasi, pengetahuan, histori perjalanan melalui cerpen, dan karya novel. BAYOE.ID juga memberikan pelayanan terhadap jasa dan barang untuk keperluan anda saat ini. Mari Berkunjung.
logo bayoe.id, Hiburan dan Cerita ( Entertainment and Story )

Kunjungi Website Kami: bayoe.id
Outbound Link = Follow Instagram @petrusbayu